Ideologi terbuka dan ideologi tertutup memiliki banyak perbedaan. Cara berpikir pada ideologi terbuka bersifat lebih terbuka dan fleksibel daripada ideologi tertutup. Ideologi terbuka membebaskan pengikutnya untuk mengambil interpretasi dari dasar yang telah ditetapkan. Sedangkan ideologi tertutup menuntut loyalitas tinggi dari pengikutnya.
Keunggulan ideologi terbuka adalah dapat diubah sesuai tuntutan masyarakat yang dinamis. Ideologi terbuka memiliki nilai dan cita-cita yang digali dari kekayaan rohani, budaya, dan moral masyarakat, tidak diciptakan oleh negara.
Contoh ideologi terbuka adalah Pancasila yang memuat nilai-nilai yang universal dan menyeluruh, sesuai dengan Hak Asasi Manusia (HAM), sesuai dengan kodrat manusia, menampung dan memberikan wadah bagi sesama golongan.
🙂